Kamis, April 24, 2014

Pandai menjadi Orangtua yg Waspada terhadap “kekerasan Sexual / children Abuse"


Saya jadi pingin share di blog, bukan karna saya sok tau atau pakar, tapi saya hanya mencoba menyampaikan apa yg saya dapat dari seminar saya kemarin, walaupun saya tidak pandai menyusun kata dan menceritakan kembali secara detail, tapi biar sedikit saya ingin berbagi nformasi yg mungkin bermanfaat untuk saling mengingatkan kita sebagai orang tua pada khususnya.

Bismillahirahmanirahim, Alhamdullilah pada kesempatan senin 21 April 2014, kemarin, bisa ikut kegiatan kartini sekaligus seminar parenting  di Hotel Narita – Cipondoh Tangerang yang juga di isi salah satu acaranya oleh  Yayasan Kita dan Buah Hati . Senang sekali saya bisa mendengarkan penjelasan dari Ibu Elly Risman pakar pemerhati Anak. “saya berdoa semoga beliau dan orang2 di luar sana yg mempunyai kepentingan dan tujuan yg baik bagi anak anak selalu di berikan kemudahan dan kesehatan oleh ALLOH SWT..Aamiin YRA.

Narita Hotel - Cipondoh

narsis bersama kawan yg sekaligus pengajar sebelum ikut kegiatan, makasiih ya udah di ajak



Langsung aja : “Knapa si judulnya serem, Selain trending topicnya masih hangat di bicarakan banyak orang di mana mana lihat kasus JIS, pemerkosaan , belum juga usai peristiwa pembunuhan Ade sara yg sangat mencenggangkan semua orang, dan masih banyak lagi kasus2 yg mungkin seperti fenomena gunung es yg tak terlihat .


Ibu Elly sedang bercerita

Apasih kekerasan Sexual ? bentuknya bisa macam2 mulai dari kekerasan dengan kata kata, pelecehan sexual sampai perkosaan.

Siapa Saja pelakunya ? bisa anak anak, remaja atau orang dewasa yg : dekat dan kenal dengan anak, dan yg tdk kenal. Dengan cara membujuk atau mengancam.

Laki laki atau Perempuan bisa jadi pemangsa atau Korban.
Dampak Kekerasan Sexual pada anak dan remaja : Dari mulai sedih, malu , depresi dan bisa juga berakhir dengan bunuh diri. *banyak kasus :(


Yang mau saya share sedikit di sini adalah, ..WHY ?? MENGAPA penyimpangan / kekerasan sexual , sex dini, dan pembunuhan bisa terjadi. Dan pelakunya juga korbannya anak/remaja. Seperti kasus pembunuhan Ade sara kemarin.
Mungkin orang tua kurang menyadari hal sepele yg di anggap tidak penting dalam kehidupan misalnya seperti hal2 yg kita tidak peka/sadar secara langsung atau tidak , orang tua Kurang / Tidak membekali anak dengan   :

  1. Pengetahuan dan praktek agama (apapun itu landasan Agama, norma , budaya itu wajib di tanamkan sejak kecil jadikan agama sebagai Fondasi dalam tumbuh kembang anak anak) ajarkan agama, jangan di subkontrakan misalnya berfikir sudah menyekolahkan anak dengan embel2 sekolah agama yg bagus, dan mahal. orientasi orang tua kadang cenderung senang melihat anak anaknya juara lomba kecantikan, dll padahal pendidikan agama mutlak tanggung jawab orang tua, *ingat : kita akan di tanyai di Yaumil Akhir nanti. 

  1. Kurang berkomunikasi yang benar , baik dan menyenangkan antara anak dan orang tua. (kembali ke 12 gaya popular) 
  2.  Kemampuan berfikir kritis dan membuat anak merasa berharga (contohnya, semua keputusan anak tak diberi kesempatan untuk memilih, semua sertba “kata mama, dari milih baju sampai dia terbiasa di dikte tak mandiri hingga dewasa)
  1. Pengetahuan atau ketrampilan untuk menjaga diri. (missal anak di berikan pengetahuan ttg Sex education sejak dini, bukan untuk mengajarkan how to make sex, tapi belajar ttg reproduksi yg sehat ) contoh anak balita : di berikan gambaran perbedaan oragan tubuh sejak balita , seperti contoh orang tua bisa memberikan info kepada si anak yg masih kecil missal, ttg jenis jenis sentuhan  
- Sentuhan baik : dari pundak ke atas
      - Sentuhan membingungkan : pundak ke tengah2
      - Sentuhan buruk ; yaitu sentuhan tdk pada tempatnya di tempat2 yg di tutup
         pakaian renang. tentunya dengan tingkatan umur dan kemampuan nalar anak.


  1. Tidak bijak dalam menggunakan teknologi : orang tua cenderung memanjakan anak dengan memberikan gadget2 tercanggih, atas dasar sayang tapi justru kadang orang tua tsk sadar bahwa rusaknya otak berawal dr di ujung2 jari2 anak2 kita, mudahnya akses terhadap kekerasan, pornografi dalam berbagai macam media : HP, Film, komik, games, dll…


  1. Kemampuan memilih teman : sebagai contoh orang tua musti tau siapa semua teman anak kita dan dengan siapa anak kita bergaul dekat , untuk berjaga2.
 


  1. Persiapan menjelang baligh (seperti halnya anak perempuan yg dapat menstruasi, anak laki2 pun dapat mimpi basah, peran orang tua untuk menjelaskan semua itu, sebelum anak2 tau lewat jalur yg tidak benar) sex education


  1. Perlu Tidaknya pacaran : kembali kepada norma/budaya sebagai contoh kecil kita bisa berusaha menanamkan bahwa pacaran dalam agama itu tidak ada. Mengenal/ ta’aruf boleh tapi berdua2 an itu di larang. Nak, walaupun tidak ada yg liat tapi ALLOH menyaksikan, dan saiton itu selalu ada untuk menjerumuskan. Pada sesi ini kemarin agak panjang penjelasannya, peran ayah, ibu yg bekerja sama ini penting. Tapi itulah garis besarnya *saya yakin yg baca jg mengerti :)
  1. Bagaimana menjaga diri terhadap segala kemungkinan ancaman dan bahaya pelecehan, perkosaan dan pembunuhan : untuk yg ini bukan saja orang tua yg bertangung jawab, tapi perlu kerjasama dari rumah lingkungan, dan sekolah saling memperhatikan dan peduli. : contoh seharusnya di sekolahpun mulai memberikan Sex education bagi anak2.
 
Waspada saja tidak cukup action to stop "Generasi kita terpapar Pornografi"
Era globalisasi , kemajuan teknologi sayangnya sering kali menjadi mata pisau khususnya bagi anak anak yg belum mengerti. Kenapa ada cerita seperti di berita2 dan sepertinya marak sekarang ini “Astagfirullohalazim… *tarik nafas perbanyak doa dan Istigfar....


Jujur sebetulnya saya kurang bisa memaparkan kembali apa yg saya dengar dari Bu elly kemarin, karna penjelasannya cukup panjang dan lebar.  saya hanya menyampaikan sejauh mana yg saya tangkap , Intinya kita ga bisa menutup mata dengan apa yg terjadi dan berfikir ‘ah anak guwe ga papa, fine fine aja. Kalau kita berfikir seperti ini “SALAH” karna apa yg terjadi pada anak2 smp yg terpapar video porno kemarin itu di rumahnya juga orang tuanya mengira anak2 mereka aman aman saja, anak baik baik seperti kita.
kalau untuk memaparkan lebih detail memang lebih baik mendengar langsung dari pakarnya dengan cara ikut seminar atau pelatihannya , karna mendengar penjelasan ibu elly kemarin saya pribadi cukup shyok dan kaget dengan fenomena yg terjadi saat ini. dan  saya juga bukan pakar kalau berbicara tapi sejauh yg saya ingat , saling mengingatkan dalam kebaikan 

yuk kita berubah demi anak2 kita ubah pola pikir, pandangan dll di mulai dari rumah kuncinya :
Biasakan “berikanlah dua telingamu lebih banyak daripaa mulut (dengarkan anak, be her/his friend penuhi kebutuhannya, kasih sayang, dll bukan hanya materi semata not always money can buy)

Dan kalau hati senang otak akan menyerap lebih banyak” . kalau anak anak sudah nyaman dengan kita maka apa yg kita bicarakan akan dengan senang hati masuk ke dalam otaknya.

Jangan sampai hal2 yg merusak moral/otak anak kita menjadi generasi
BLAST
-         Boring = bosan
-         Lonely = Kesepian
-         Angry, Afraid = marah, takut
-         Stress   
-         Tired = Capek (ngalamin banget kan pelajaran anak2 sekarang, ngeliatnya aja so tired kita, berangkat pagi pulang sore udah kayak orang kantoran *curcol nih yeee


Dengan kondisi demikian tidak menutup kemungkinan, anak lebih mudah di perdaya, atau salah gaul, cari pelarian dengan mengakses pornografi, games kekerasan dll.
      Lebih jelas bisa baca di sini bagus banget :  
      http://islamisfun.wordpress.com/2014/02/16/karena-bu-risma/


Akhir kata semua kembali menjadi PR nih untuk kita semua
Sudahkah kita menjadi orang tua yang baik, siapkah kita menjadi guru sekaligus di Era digital sekarang ? apakah kita tau dampak anak kita punya HP canggih, yg gampang berinternet ria bisa merusak otaknya ?
Yuk perbaiki hubungan dengan anak anak, apakah mereka sadar bahanya pornografi yg mudah di akses. Kembalikan kepada Agama dan budaya sebagai tameng pornografi dan kerusakan otak.

Tak lupa , Peran penting Ayah,
menurut penelitian anak laki laki yang tidak dekat dengan ayahnya maka akan cenderung : Nakal, agresif, narkoba dan sek bebas
Anak perempuan yg tidak dekat dengan ayahnya : depresi dan sek bebas.

Selain itu bangun kerjasama dengan pihak sekolah, amatai perkembangan anak2 di luar rumah, dengan lingkungan dll. Buat aturan ttg Gadget di rumah pasang cyber Nanny sehingga anak2 tidak bisa membuka situs2 yg mengandung content porn di laptop, lacak apa yg anak sudah buka, bicarakan diskusi apa saja yg pernah anak liat, teman temannya..jujur tanpa amarah.
Jadikan anak anak nyaman bercerita dan merasa di hargai.

Demikian semoga info yg tidak seberapa ini bisa untuk mengingatkan kita kedepan demi mempersiapkan masa depan yg baik bagi anak anak kita khususnya, Anak adalah Amanat ALLOH STW..dia diberikan dalam keadaan baik, maka selayaknya bila kelak berpulang juga dalam keadaan baik kepada sang EmpunyaNya.
Aaminn Allohuma Aaminn….





4 komentar:

  1. thx for share ya say...emg musti waspada akut utk semua orang tua yg punya anak2 yg beranjak dewasa utk terus memantau perkembangan dan pergaulan mereka. huuuffftt
    semoga kita semua di lindungu dr hal2 yg tidak kita inginkan Aamiin

    BalasHapus
  2. Aaminn..YRA..iya miiih..PR buat daku juga.

    BalasHapus